BABELTIMES.CO, Bangka Selatan – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan menargetkan capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencapai 46 persen hingga akhir 2026.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala DKPPKB Kabupaten Bangka Selatan, Agus Pranawa, pada saat acara Koordinasi Lintas Sektor Program Cek Kesehatan Gratis Pemkab Bangka Selatan, di Ruang Rapat Dinkes Kabupaten Bangka Selatan, Senin 7 September 2026.
Agus Pranawa, mengatakan capaian CKG di Bangka Selatan hingga Agustus 2026 telah mencapai 36,24 persen. Angka tersebut berada di atas target capaian, yakni 30,76 persen.
“Capaian CKG di Bangka Selatan hingga bulan Agustus 2026 itu 36,24 persen, sedangkan target kita di bulan Agustus 30,76 persen. Kita akan kejar target di angka 46 persen di tahun ini tercapai,” katanya, Senin 7 September 2026.
Ia menyebutkan, bahwa Kabupaten Bangka Selatan saat ini berada di tiga besar capaian CKG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Kabupaten Bangka dan Belitung Timur. Posisi tersebut menjadi catatan bagi Dinkes, puskesmas dan rumah sakit untuk terus meningkatkan cakupan pemeriksaan.
“Tahun kemarin di Bangka Selatan untuk CKG kita di tiga besar juga, Kabupaten Bangka, Belitung Timur dan Bangka Selatan. Tahun ini kita harapkan targetnya bisa tercapai juga,” ujarnya.
Untuk mengejar target tersebut, DKPPKB Bangka Selatan memperkuat sosialisasi dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Kegiatan tersebut diikuti kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat serta stakeholder terkait agar informasi mengenai adanya program CKG dapat diteruskan ke masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan stakeholder di tingkat wilayah sangat penting untuk membantu puskesmas menjangkau masyarakat yang menjadi sasaran program.
“Tanpa peran dari mereka, teman-teman dari puskesmas akan kesulitan mendapatkan sasarannya. Ketika mereka sudah terpapar CKG, setelah pulang dari kegiatan ini bisa mensosialisasikan kepada masyarakat untuk datang ke puskesmas ataupun kegiatan posyandu,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan CKG juga menjadi dasar untuk mendeteksi sejumlah penyakit yang perlu mendapat perhatian, terutama hipertensi dan diabetes melitus.
Ia menegaskan masyarakat yang ditemukan memiliki indikasi penyakit tersebut perlu mendapatkan tindak lanjut berupa edukasi, pengobatan maupun rujukan apabila diperlukan.
“Setelah menemukan penyakit tersebut harus segera ditindaklanjuti. Kita harapkan masyarakat juga sudah mendapatkan edukasi dan pengobatan. Untuk pengobatan lanjutan bisa dirujuk ke puskesmas ataupun rumah sakit,” katanya.
Ia mengakui salah satu kendala dalam pelaksanaan CKG masih berkaitan dengan sosialisasi. Sebagian masyarakat dinilai belum mengetahui adanya layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
Karena itu, ia meminta seluruh stakeholder di wilayah Bangka Selatan turut menyampaikan informasi mengenai program CKG yang tersedia di puskesmas masing-masing.
“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa kita ada cek kesehatan gratis. Untuk itu kita minta stakeholder yang ada di wilayah Bangka Selatan mensosialisasikan bahwa ada program CKG di puskesmas masing-masing,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sementara itu sasaran CKG telah ditetapkan kementerian, mulai dari bayi baru lahir, anak balita dan prasekolah, usia sekolah, remaja dan dewasa hingga lansia.
“Sementara itu, pelaksanaan CKG dilakukan satu kali dalam setahun. Masyarakat yang telah mengikuti pemeriksaan akan terdata dan kembali mendapatkan layanan pemeriksaan pada tahun berikutnya,” pungkasnya. (Sahrul/BT)









