BABELTIMES.CO, Bangka Selatan – Distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bangka Selatan menjadi sorotan. Sekretaris Daerah Bangka Selatan, Hefi Nuranda, menegaskan pentingnya jaminan mutu pangan serta kepastian suplai bahan baku agar program pemenuhan gizi berjalan optimal dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
Hefi menekankan, bahwa makanan yang disalurkan kepada masyarakat harus dipastikan aman dan layak dikonsumsi. Ia menyebut fungsi pengawasan tidak hanya berada di internal SPPG, tetapi juga melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN) bersama pemerintah daerah dan dinas terkait.
“Yang paling utama adalah memastikan makanan yang didistribusikan benar-benar layak konsumsi. Pengawasan harus dilakukan bersama, baik oleh BGN maupun dinas-dinas terkait di daerah,” ujar dia pada saat Rakor dan Sinkronisasi MBG, di Ruang Rapat Gunung Namak, Rabu, 4 Maret 2026.
Selain aspek keamanan pangan, persoalan kepastian bahan baku juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan evaluasi, masih terdapat kendala dalam penyusunan menu mingguan akibat belum adanya kontrak tetap dengan pemasok bahan pangan.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta agar mitra SPPG segera menjalin kontrak resmi dengan supplier guna menjamin ketersediaan dan kestabilan pasokan.
“Jangan sampai setiap minggu masih kebingungan menentukan menu karena suplai belum jelas. Kontrak dengan supplier itu wajib untuk menjamin kesinambungan program,” tegasnya.
Selain itu, Ia juga menyoroti pentingnya pengujian kualitas bahan pangan, khususnya sayur dan buah, guna memastikan bebas dari kandungan pestisida berbahaya. Selama ini pengujian dilakukan oleh dinas terkait, namun ia mendorong agar SPPG turut menyediakan alat rapid test untuk pemeriksaan mandiri sebagai langkah antisipasi awal.
“Kalau bisa, SPPG juga punya alat rapid test sendiri agar pengawasan lebih cepat dan efektif,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia juga mendorong optimalisasi penggunaan bahan pangan dari lokal. Meski regulasi memperbolehkan penggunaan beras Bulog.
“Saya berharap beras lokal dan sayur swerta buah lokal dapat diberdayakan sehingga memberi dampak ekonomi bagi petani dan masyarakat Bangka Selatan,” pungkasnya. (SA/DY)









