BABELTIMES.CO, Bangka Selatan – Tim Ekspedisi Patriot 2026 IPB University memulai langkah kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan untuk mendorong pengembangan Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang berbasis pertanian organik. Sinergi tersebut diawali melalui audiensi dan koordinasi teknis yang digelar pada Senin 3 Agustus 2026.
Pertemuan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, dan dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Wakil Bupati Debby Vita Dewi menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian yang berkelanjutan.
“Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui sektor pertanian yang berkelanjutan,” ujar Debby.
Sementara itu, Ketua Tim Ekspedisi Patriot 2026 IPB University, Suprehatin, menjelaskan pendampingan akan difokuskan pada penguatan transisi menuju pertanian organik secara bertahap dan partisipatif.
“Program yang dijalankan meliputi edukasi budidaya ramah lingkungan, pemanfaatan pupuk organik, penguatan kapasitas kelompok tani dan kelembagaan ekonomi masyarakat, hingga pendampingan peningkatan nilai tambah hasil pertanian agar memiliki daya saing yang lebih tinggi,” jelasnya.
Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki kawasan transmigrasi.
“Melalui kolaborasi antara IPB University, Kementerian Transmigrasi, dan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang diharapkan berkembang menjadi kawasan percontohan pertanian organik yang produktif, berdaya saing, serta mampu mendorong pembangunan wilayah secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Arul/BT)









