Menu

Mode Gelap
 

Bangka Selatan · 19 Des 2025 09:40 WIB ·

Mantan Ketua Formabas Yogyakarta Kecam Dugaan Penganiayaan terhadap Mahasiswa Basel di Asrama ISBA Yogyakarta


 Mantan Ketua Forum Mahasiswa Bangka Selatan (FORMABAS) Yogyakarta 2004-2007 Wiwin Suseno. (Foto: babeltimes.co/Seno) Perbesar

Mantan Ketua Forum Mahasiswa Bangka Selatan (FORMABAS) Yogyakarta 2004-2007 Wiwin Suseno. (Foto: babeltimes.co/Seno)

BABELTIMES.CO, Bangka Selatan – Mantan Ketua Forum Mahasiswa Bangka Selatan (FORMABAS) Yogyakarta 2004-2007 Wiwin Suseno, mengecam keras dugaan penganiayaan terhadap Mahasiswa Bangka Selatan, Dhaifu di Asrama Isba Yogyakarta, Kamis 18 Desember 2025.

Menurut Wiwin, penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Satpol PP Bangka itu sebagai bentuk arogansi dalam menyelesaikan permasalahan status kepemilikan Asrama.

“Saya sudah berkomunikasi langsung dengan Ketua Isba Yogyakarta Adinda Ara Aryanda, ternyata memang benar telah terjadi penganiayaan terhadap Mahasiswa Bangka Selatan atas nama Dhaifu yang merupakan Ketua Asrama Isba Yogyakarta. Atas kejadian ini, saya selaku alumni Mahasiswa Bangka Selatan Yogyakarta mengecam peristiwa ini apapun alasannya,” Tegasnya, Jumat (19/12/2025).

Ia mengingatkan, penyelesaian status kepemilikan Asrama Isba Yogyakarta secara arogan diduga oleh Satpol PP Bangka yang dipimpin Sekda Bangka berpotensi menimbulkan perpecahan antar mahasiswa dari Pulau Bangka di Yogyakarta.

“Sejatinya perwakilan Pemerintah daerah harus menjadi contoh yang baik bagi adik-adik mahasiswa dalam menyelesaikan sebuah persoalan, bukan dengan gaya preman seperti ini. Harusnya adik-adik mahasiswa kita ini diajak hidup rukun dan kompak di negeri orang, bukan dipecah belah seperti ini hanya gara-gara berebut status kepemilikan asrama,” ujanrua.

Wiwin mengatakan, saat dirinya menimba Ilmu di Yogyakarta kala itu, Kondisi mahasiswa dari berbagai daerah di pulau Bangka sangat rukun, baik yang tinggal di Asrama Isba maupun diluar asrama, padahal waktu itu Kabupaten di Pulau Bangka sudah dimekarkan.

“Asrama itu tempat kami berkumpul dan bersilaturahmi antar mahasiswa dari berbagai daerah di pulau Bangka dan menjadi wadah pemersatu kami kala itu. Tapi sekarang aneh, penyelesaian status kepemilikan asrama saja harus diselesaikan secara arogan, parahnya lagi arogansi itu ditunjukkan oleh oknum pejabat di Pemkab Bangka. Ini sangat disayangkan,” ujarnya.

Ia menyarankan agar Gubernur Babel bisa menjadi jembatan antar pemerintah daerah di Pulau Bangka untuk menyelesaikan Polemik status kepemilikan asrama tersebut agar tidak menimbulkan perpecahan antar mahasiswa dari Pulau Bangka yang sedang menimba ilmu di Yogyakarta. (Seno/Red)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Distribusi Makanan SPPG Disorot, Sekda Basel Minta Jaminan Mutu dan Kepastian Suplai

5 Maret 2026 - 16:43 WIB

Bupati Bangka Selatan dan Anggota DPR RI Buka Puasa Bersama 200 Anak Yatim

3 Maret 2026 - 09:21 WIB

Polres Bangka Selatan Siap Gelar Operasi Ketupat 2026, 120 Personel akan Disiagakan

2 Maret 2026 - 17:14 WIB

Pemkab Bangka Selatan Ikuti Kick Off Evaluasi RIDPN

26 Februari 2026 - 17:20 WIB

Satgas TMMD ke-127 Kodim 0432/Basel Benahi Sarana Olahraga di Desa Penutuk

26 Februari 2026 - 17:13 WIB

Layanan Paspor Kini Hadir di MPP Toboali, Masyarakat Bangka Selatan Tak Perlu ke Pangkalpinang

25 Februari 2026 - 08:10 WIB

Trending di Bangka Selatan