BABELTIMES.CO, Bangka Selatan – Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Ujang Darwis bersama istri dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke Makodim 0432 Bangka Bangka Selatan, Selasa 20 Januari 2026.
Kedatangan Pandam II Sriwijaya beserta rombongan disambut langsung oleh Dandim 0432 Bangka Selatan Letkol Inf Agus Wicaksono beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Kepada wartawan, Mayor Jenderal TNI Ujang Darwis mengaku terkesan melihat kemajuan yang dicapai, baik dari sisi pembangunan daerah maupun kondisi Kodim 0432/Bangka Selatan yang semakin baik. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah, Korem, Kodim dan dukungan dari masyarakat.
“Saya juga merasa bangga dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, korem, kodim dan terutama masyarakat yag telah bahu membahu membantu Kodim 0432/Bangka Selatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga ketertiban wilayah,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengatakan rencana strategis TNI kedepannya, dimana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung direncanakan akan memiliki Komando Daerah Militer (Kodam) sendiri. Jika tidak ada perubahan, Pembangunan Kodam tersebut dimulai pada tahun 2029.
“Bersama danrem, dandim dan pemerintah daerah, kami menyiapkan segala sesuatunya, termasuk lahan yang cocok. Bahkan jika memungkinkan dan memadai kita akan bangun satu brigade di Bangka yang membawahi wilayah Bangka dan Beltiung,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa komitmen TNI dalam menindak tegas segala bentuk aktivitas ilegal, khususnya penambangan ilegal. Jika ada anggota TNI terlibat maka tidak ada kata toleransi.
“Saya tegaskan tidak ada anggota saya baik dari Kodam II/Sriwijaya, Korem maupun Kodim yang terlibat penambangan ilegal. Jika ada ditemukan akan diproses hukum dan aturan tertulis yang berlaku. Semua kegiatan ilegal tidak diperbolehkan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti potensi besar ketahanan pangan di Bangka Selatan, khususnya persawahan karena memiliki ribuan hektar lahan dan meminta ke Bupati, Danrem, dan Dandim agar potensi tersebut dimasukkan dalam program ketahanan pangan nasional di bawah Kementerian Pertanian.
“Mudah-mudahan bisa masuk tahun ini, karena ada program optimalisasi lahan dan cetak sawah. Kami memohon dukungan semua pihak agar program ini dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (SA/DY)









