BABELTIMES.CO, Bangka Selatan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan menerima bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan mitra yang beroperasi di wilayah Bangka Selatan, Senin 25 Mei 2026.
Bantuan hewan kurban tersebut terdiri dari 91 ekor sapi, 9 ekor kambing, serta bantuan uang tunai sebesar Rp125 juta.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan, program tersebut merupakan agenda rutin pemerintah daerah bersama dengam perusahaan mitra sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
“Hewan kurban ini akan dibagikan ke seluruh desa dan kelurahan yang ada di Bangka Selatan. Skema pembagiannya sama seperti tahun sebelumnya, satu ekor sapi untuk satu desa atau kelurahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jumlah hewan kurban yang terkumpul tahun ini melebihi kebutuhan dasar. Oleh sebab itu, beberapa wilayah berpeluang mendapatkan tambahan hewan kurban.
“Ada beberapa desa yang berada di sekitar atau terdampak aktivitas perusahaan sehingga kemungkinan mendapatkan lebih dari satu hewan kurban. Namun desa yang tidak ada perusahaan di sekitarnya juga tetap mendapat bagian,” katanya.
“Desa-desa terdampak aktivitas perusahaan menjadi fokus utama dalam distribusi tambahan hewan kurban. Meski demikian, pemerataan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan-perusahaan yang belum ikut berkontribusi melalui program CSR hewan kurban.
“Saya sudah meminta Pak Sekda dan dinas terkait mengecek perusahaan-perusahaan yang belum pernah memberikan kontribusi kepada masyarakat Bangka Selatan. Jika perusahaan memperoleh keuntungan, sudah sepatutnya ikut berkontribusi. Namun jika memang sedang merugi, kami tentu tidak akan memaksakan hal tersebut,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat, Forkopimda, dan media untuk ikut mengawasi proses distribusi agar penyaluran hewan kurban berjalan tepat sasaran dan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan kejanggalan dalam proses pembagian.
“Selama belasan tahun pelaksanaan program ini belum pernah ditemukan persoalan dalam penyalurannya, kami berharap amanah yang diberikan perusahaan ini dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang berhak menerima,” pungkasnya. (Arif/BT)









