BABELTIMES.CO, Bangka Selatan – Sebanyak 1.804 santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Bangka Selatan resmi diwisuda dalam Wisuda Santri TPA ke-XXIII dan Wisuda Tahfidz ke-V Tahun 2026, di Gedung Olahraga Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Basel, Senin 18 Mei 2026.
Kegiatan bertema “Menyiapkan Generasi Qur’ani, Menyongsong Masa Depan Gemilang” itu dibuka secara resmi oleh Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid, bersama Wakil Bupati Bangka Selatan Debby Vita Dewi.
Ribuan santri yang mengikuti wisuda berasal dari delapan kecamatan di Kabupaten Bangka Selatan. Seluruh peserta sebelumnya telah menjalani ujian munaqasyah sebagai syarat kelulusan sebelum mengikuti prosesi wisuda.
Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, sebanyak 901 santri mengikuti prosesi wisuda, terdiri dari 128 santri tahfidz, Kecamatan Pongok 35 santri, Kecamatan Toboali 490 santri, Kecamatan Lepar 91 santri, dan Kecamatan Tukak Sadai 157 santri.
Sedangkan sesi kedua diikuti 904 santri yang berasal dari Kecamatan Airgegas sebanyak 409 santri, Simpang Rimba 151 santri, Payung 250 santri, serta Pulau Besar 93 santri.
Wakil Bupati Bangka Selatan Debby Vita Dewi menyampaikan apresiasi kepada DPD BKPRMI Kabupaten Bangka Selatan yang dinilai konsisten melakukan pembinaan keagamaan melalui lembaga TKA-TPA dan TQA.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dan pribadi, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPD BKPRMI yang telah melaksanakan Wisuda TK/TPA ke-23 hari ini,” ujarnya.
Menurut Debby, keberlangsungan program tersebut menjadi bukti bahwa BKPRMI terus hadir dan berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia yang religius di Negeri Junjung Besaoh.
“BKPRMI memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program keagamaan, termasuk pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Debby menegaskan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga memberi perhatian besar terhadap pembangunan mental dan spiritual masyarakat, khususnya generasi muda.
Di tengah kondisi fiskal daerah yang cukup berat, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, kata Debby, masih berupaya mempertahankan insentif bagi 760 ustadz dan ustadzah di Bangka Selatan.
“Alhamdulillah, di tengah kondisi fiskal saat ini, insentif para ustadz dan ustadzah Kabupaten Bangka Selatan sebanyak 760 orang masih dapat terselamatkan tahun ini walaupun mengalami penurunan. Ini menjadi bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ia juga berharap ke depan para ustadz dan ustadzah dapat memperoleh perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan agar kesejahteraan dan jaminan mereka semakin diperhatikan.
“Selain itu, saya mengucapkan selamat kepada seluruh santri yang diwisuda dan berharap mereka dapat tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang membanggakan keluarga, agama, dan daerah,” pungkasnya. (SA/BT)









