BABELTIMES.CO, Bangka Selatan – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan telah menerapkan sistem administrasi berbasis elektronik, dengan menggunakan aplikasi Srikandi dan tanda tangan elektronik (TTE).
Hal tersebut sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dalam menerapkan sistem penyelenggaraan pemerintah berbasis elektronik (SPBE).
Dengan menerapkan sistem aplikasi Srikandi, seluruh pelayanan administrasi seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bangka Selatan sudah menggunakan sistem elektronik dan barcode.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan, penerapan aplikasi Srikandi dan tanda tangan elektronik di lingkungan Pemkab Bangka Selatan merupakan langkah maju dan nyata dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien.
“Setelah berkisar 20 tahun berjalan, tepatnya pada tahun 2023 ini, Pemkab Bangka Selatan akhirnya mampu menerapkan sistem administrasi berbasis elektronik, dengan menggunakan aplikasi Srikandi,” kata Bupati Riza Herdavid, Jumat 19 Mei 2023.
Ia mengatakan, berkat terobosan tersebut, Pemkab Bangka Selatan bisa hemat ratusan juta rupiah, yang biasanya dikeluarkan untuk biaya alat tulis dan antar jemput surat menyurat.
“Ini merupakan terobosan dan langkah maju. Ratusan juta rupiah yang harus kita keluarkan setiap tahun untuk biaya alat tulis kantor, antar jemput surat menyurat, hari ini bisa kita hemat dan dipergunakan untuk pembangunan di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Dirinya memberikan apresiasi kinerja kepada seluruh jajarannya yang telah membawa tata kelola pemerintahan di Bangka Selatan sampai ke basis elektronik seperti saat ini.
“Disamping membutuhkan infrastruktur jaringan dan koneksi internet yang memadai, penerapan sistem elektronik seperti ini juga membutuhkan pemahaman kecakapan teknologi informasi. Ketika aplikasi ini sudah mampu kita terapkan, maka sudah tentu kriteria yang saya sebutkan itu terpenuhi,” ujar Bupati yang dikenal dengan tagline Asak Kawa Kite Pacak.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Bangka Selatan ini meminta jajarannya untuk mengevaluasi alokasi anggaran administrasi surat menyurat termasuk alat tulis kantor.
“Saya minta kepada seluruh perangkat daerah untuk mengevaluasi alokasi anggaran administrasinya. Karena biaya penghematan yang berhasil di efisiensi akan dialihkan untuk pembangunan dan pelayanan masyarakat langsung,” ujarnya. (Rusdi)









